Diberdayakan oleh Blogger.

Diary Dita

 

Belakangan ini Yogyakarta gencar banget mempromosikan potensi wisatanya. Macam-macam ‘puncak’ dan ‘bukit’ bermunculan dengan properti penunjang untuk mereka yang ingin berfoto. Kebetulan kemarin saat pulang kampug ke Solo, saya (lagi-lagi) tidak jadi naik gunung. Karenanya, saya dan Sita mengambil plan B yaitu touring. Dari beberapa destinasi yang ada di Bantul, kami memilih puncak panguk , hutan pinus asri dan pantai goa cemara. Jadi judul utamanya adalah explore Bantul. Kami naik motor dari Sukoharjo dengan mengandalkan google maps meskipun Sita sudah lumayan sering ke Bantul.


Saran pertama dari saya adalah : jangan pernah mengandalkan google maps mentah-mentah jika tujuanmu adalah puncak panguk kediwung. Location yang ada di g-maps itu ada di seberang bukitnya, sementara dibawahnya ada sungai yang sudah pasti kalian nggak akan bisa lewat kalau mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh g-maps. Jadi ada baiknya cari dahulu air terjun Lepo, nah dekat dari Lepo kalian bisa langsung ganti destinasi nya ke puncak panguk. Atau yang paling mujarab ya pakai GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Jangan malu bertanya, karena tempat itu sudah cukup terkenal jadi penduduk Bantul pasti tahu.

Singkatnya setelah nyasar kamipun sampai di puncak panguk. Untuk retribusi masuk Rp7.000,- (2 oang + 1 motor). Yahh boleh lah nggak terlalu mahal. Kalau kalian datang tengah hari, sudah sangat jelas akan kepanasan. Tidak banyak pohon dan tanahnya batu kapur. Mungkin karena masih baru, jadi sambil proses dirapihkan juga. Disana terpampang list harga termasuk harga untuk camp ground yang bikin kaget, karena mahal. Yaitu Rp15.000,- per orang untuk semalam. Hiks. Naik gunung di Jawa Tengah aja nggak sampai segitu.


Oke setelah parkir kendaraan, kalian bisa langsung menyusuri spot-spot foto yang disediakan. Ada sekitar 5-7 spot dengan iconnya masing-masing. Rata-rata sekali foto diberi tariff Rp3.000 per orang dengan maksimal lama foto 3 menit. (lagi-lagi menurut saya kok mahal ya hehe). Bukan pelit sih, tapi ya kalau kalian ingin foto di 5 spot berarti dikali saja biayanya. Tapi jangan sedih, ada juga spot yang gratis kok dan latar belakang pemandangannya nggak kalah bagus.

Puncak panguk atau bukit panguk kediwung ini buka pukul 04.30 WIB sampai dengan adzan maghrib. Jadi kalian bisa ambil foto bagus saat sunrise atau sunset. Sayang sekali kami nggak kesampaian untuk ambil foto sunrise karena berangkat kesiangan plus nyasar. Jalanan menuju ke tkp lumayan layak, meskipun ada tanjakan yang berbatu. Jadi hati-hati ya yang bawa motor terutama manual. Akhir kata tempat ini bagus saat sunrise (karena ada kabut di lereng bukit) dan sunset (asal cuaca cerah).

Solo,
30 Juli 2017


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Siapa sih yang nggak suka dengan cake? Bukan hanya untuk sekedar peringatan ulang tahun, sekarang banyak banget cake shop yang menjual berbagai macam jenis cake dari yang imut sampai ukuran besar. Kalian pasti sudah nggak asing lagi deh dengan The Harvest, yaitu patisserie yang sudah terkenal banget dan outletnya ada dimana-mana.


Nah The Harvest rupanya juga mengadopsi Cheesecake Factory  yang menjual cake dengan konsep yang lebih unik, kini bernama Almond Tree Cakes & Pastries. Kemarin, kebetulan saya berkesempatan untuk menghadiri launching party dari outlet Almond Tree Cakes & Pastries yang ada di Mall Gandaria City.

Salah satu asiknya ada outlet Almond Tree Cakes & Pastries di mall adalah kita bisa duduk cantik sembari menikmati cake saat mama sedang asik belanja. Hehe. Dalam launching kali ini, Almond Tree Cakes & Pastries memperkenalkan tak kurang dari 5 menu baru. Ada apa saja sih? 

Inilah deretan menu baru tersebut :

Strawberry cheesecake
Klasik, tapi selalu jadi favorit banyak orang. Lembutnya juara dan nggak terlalu manis alias pas. Ditambah kepingan almond yang crunchy bikin kamu nggak berhenti ngunyah.


Red Velvet
Namanya sempat viral dan hits, nggak cuma untuk cake tapi juga minuman bertema latte. Sebagai salah satu yang suka banget sama red velvet, pastinya cake ini jadi favorit saya dong :)

Butterschotch Cake
Ini termasuk baru bagi saya, tapi lumayan juga dengan toping yang menyeimbangkan coklatnya.

Raspberry Chocolate
Nah kalau yang ini segar sekaligus manis yaa.

Tea Cake
Kebayang dong cake rasa minuman khas yang paling sering kita minum? Ya, klasik dan harum.

Setelah mencoba bermacam cake tadi, ternyata masih ada andalan yang dihantarkan langsung oleh sang brand ambassador, babang Reza Rahardian. Duh, cake nya manis terus brand ambassadornya cakep. Mwehehee.


Babang Reza dipandu oleh duo mc kondang Ronald dan Tike memperkenalkan Chocolate Spike. Dari namanya saja sudah menggambarkan betapa ‘cokelatnya’ dia. Dijamin para pecinta cokelat ataupun black forest suka deh.



Seelain cake, banyak juga cookies maupun kue-kue lain seperti croissant yang dapat kalian cicipi. Saya sempat melirik brand coffee shop ternama yang ada di pojok, yaitu Tanamera. Di sini, Tanamera menyediakan berbagai minuman dengan latte art yang cantik dan rasa ciamik. 
Sekarang kalian nggak perlu takut bête deh kalau nungguin emak, pacar atau gebetan yang asik sendiri belanja. Mau ngemil setelah nonton? Apalagi. Bisa banget.


Tangerang,
18 Juni 2017



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 pict by booking.com

Masih di Yogyakarta, setelah mencoba Tune Hotel saya menemukan satu hotel yang lumayan unik dengan harga terjangkau, yaitu Paku Mas Hotel. Usut punya usut, hotel ini kelas Melati yang di desain untuk liburan keluarga. Saya baru tahu waktu check in, dikiranya bintang 1 atau 2 hehe. Tapiiiii, jangan khawatir. Walaupun kelas melati hotel ini cukup menarik. Paku Mas Hotel ada di Jl. Nogopuro No.35, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kota Yogyakarta.

Untuk mencarinya gampang banget pakai map, tapi jangan kira akan menemukan hotel ini karena gedungnya yang tinggi atau lokasinya yang di tepi jalan raya. Secara umum iya, hotel ini dekat dengan mall Plaza Ambarukmo yang ada di tepi jalan besar Laksda Adisucipto (lurusan kea rah Solo). Tapi kalian harus jeli karena hotel ini masuk ke dalam gang. Untuk memudahkan pengunjung, di pintu masuk gang tertera papan “Paku Mas Hotel”.

pict by booking.com

Begitu masuk ke dalam kawasan hotel, suasananya asri dan tenang. Ada kolam renang outdoor di samping resto. Ruangan resepsionis ada di depan karena tidak jadi satu gedung dengan kamar-kamar hotel. Nah begitu kalian mendapat kuncinya, petugas hotel akan segera mengantar ke kamar, membukakan pintu, menyalakan AC dan tv. Karena tipe bangunannya bukan gedung modern, jadi tidak ada lift. Ya, kalian harus naik tangga. Jangan khawatir, karena hanya ada 3 lantai.

Oke, saatnya menilai plus minus. Nilai plusnya adalah, kamar hotel ini luas. Ya, luas banget untuk harga +- Rp 250.000,- . Ada kasur double bed, meja rias dan lemari (aksen kayu dengan ukiran khas jawa tengah), kursi kayu panjang dan wastafel. Dindingnya sengaja didesain batu bata, dengan lampu kuning remang (sedikit spooky untuk orang-orang yang parno dengan suasana jawa kental hehe). Karena aksen Jawanya sangat kental, jadi terkesan sedikit horror.

Nilai minusnya adalah, kunci pintu manual (maklum kelas melati), kamar mandi sempit dan…. Air panas / dinginnya manual :’) Apakah mungkin karena saya ada di standart room? haha. Karena ada di pict beberapa agen perjalanan yang menunjukkan shower. Balik lagi, jadi begini : ada satu bak mandi kecil, dengan 2 kran air diatasnya. Hehe. Jadi kalian harus pandai-pandai menakar komposisi air ya, kalau kepanasan harus rela menunggu sampai airnya dingin atau menguras sebagian dan isi ulang. Untuk peralatan mandi disediakan lengkap kok :)

 pict by booking.com

Selanjutnya fasilitas yang didapat adalah sarapan. Nahh untuk sarapan jika menginap disini usahakan jangan kesiangan. Karena, sepertinya, pihak hotel tidak terus-terusan me-refill menu walaupun jam breakfastnya masih panjang. Waktu itu saya turun ke resto sekitar jam 8 pagi, tapi nggak banyak yang tersisa. Padahal, menunya tradisional banget. Bahkan ada beberapa macam jamu hlo, yang bisa bikin badan segar sebelum kembali berkeliling :) menu makanannya juga nggak kebarat-baratan, lebih seperti gethuk, sayur tumisan, meski ada juga salad dan roti.

Di hotel ini banyak bule, mungkin karena situasinya juga yang tradisional banget dan beda dengan hotel modern lainnya. Paku Mas Hotel dapat rate 4 dari 5  dari saya, karena harga yang bersahabat dan suasana yang menyenangkan.

Tangerang,
17 Juni 2017


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

MEET THE AUTHOR

Foto saya
Nared Aji Widita
Tangerang, Banten, Indonesia
Outdoor addict and coffee ethusiast. naredita@gmail.com
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

Categories

  • JOURNEY (29)
  • REVIEW (23)
  • DAILY (9)
  • COFFEE (8)
  • BOOK (7)
  • HOTEL (6)
  • FIKSI (5)
  • GEAR (2)
  • HAPPENING (2)

Blog Archive

  • ▼  2018 (3)
    • ▼  Desember (1)
      • Berpetualang Bersama Aroma Karsa
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (18)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (6)
  • ►  2015 (14)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)

you also can find me in :

@PENDAKI NUSANTARA @KULINER BARENG

Guest

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates