Diberdayakan oleh Blogger.

Diary Dita


Inginkan ngopi tapi sedang di mall? Pasti ketemunya starbucks, maxx coffee atau djournal yang memang banyak membuka gerai di dalam mall. Sebenarnya merekapun punya kopi yang authentic atau kopi yang memang dibuat dari biji kopi asli dan khas daerah-daerah tertentu di Indonesia. Kita lebih sering menemukan authentic coffee di kedai-kedai kopi seperti Tanamera, Filosofi Kopi atau kedai lain yang tidak hanya menyediakan kopi berhias latte art kekinian.

Kemarin saya memutuskan untuk mampir ke Louis Doughnuts & Coffee saat sedang jalan-jalan di Supermall Karawaci. Dekat dengan Gramedia, pas banget untuk santai sejenak setelah berkeliling belanja buku. Awalnya banyak yang post di instagram tentang donat di coffee shop ini yang lucu dan menarik. Tapi saya lebih tertarik untuk menjajal kopinya.


Setiap menjajal coffee shop baru saya tak pernah sungkan-sungkan untuk bertanya pada si barista tentang kopi yang akan saya pesan. Awalnya saya hendak mencoba kopi Papua, namun sayang sedang habis. Kata si barista, itu authentic coffee yang paling enak. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Bali Kintamani. Sementara partner ngopi saya yang seti, Nurul, memilih Tiramisu latte.

Seperti kebanyakan orang Indonesia lainnya, saya suka dengan yang namanya buy something and get something free. Haha. Rupanya setiap pembelian 1 kopi, kita dapat free 1 donat. Namun sepertinya promo ini tidak berlangsung terus menerus, karena pada kunjungan kedua saya tidak lagi mendapat promo tersebut. Saya pun memilih green tea donut dan Nurul memilih cokelat (standar ya, karena kami belum yakin dengan rasa-rasa yang lain hehe.)


Di Louis Doughnuts & Coffee tidak tersedia cangkir atau mug untuk minuman kopi variasi, semua menggunakan cup. Namun begitu Bali Kintamani saya datang, rupanya disajikan dalam teko press (entah apa namanya, mungkin ada yang tahu?) dan cangkir kecil yang imut sekali. Disediakan juga 2 bungkus gula pasir.


Awalnya saya mencoba si Bali Kintamani tanpa gula sama sekali. Rasanya legit, tidak terlalu pahit dan tidak pekat. Beda dengan kopi Toraja. Uap masih mengepul ketika saya tekan penyaring yang ada di dalam teko. Ampas kopi pun turun disusul kopi panas yang menyembul keatas. Hmmm.. harum.



Sementara pesanan Nurul, si tiramisu latte, tidak jauh beda dengan café latte pada dasarnya hanya saja memang manisnya tiramisu cukup terasa. Pokoknya rasanya manis dan samasekali tidak ada unsur kopi. Tentang si roti bulat bolong di tengah (donat), sayang sekali belum cukup memuaskan di lidah. Ukurannya yang memang imut sebenarnya cocok sekali untuk teman ngopi. Namun mungkin kebetulan memang rasa yang saya pilih kurang cocok dengan kopi yang saya minum. Tentang harga menurut saya masih lumayan terjangkau, meskipun tidak jauh beda dengan kedai kopi di luar.

Tangerang,
01 Agustus 2017



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Hari dimana ngga ada kelas itu emang bikin lega. Tapi bikin ciut dompet juga, apalagi kalo partner jajannya ngajakin ketemuan. Dari beberapa tempat yang ditawarkan Bena, gue memilih Lucky Cat Coffe & Kitchen. Tempatnya ada di dalam Plaza Festifal, tepatnya parkir selatan. Jadi ngga susah kok dicarinya. Karena kami berdua adalah pengguna transportasi umum yang budiman, maka kami sepakat untuk naik commuterline dan ketemuan di salah satu stasiun transit yang paling crowded se-Jakarta raya : Manggarai. Dari sana bisa lanjut naik ojek atau taksi berbasis online ke Plaza Festival supaya lebih mudah perjalanannya.

Tampilan luar café ini sedikit terkesan beda dari foto-fotonya di dunia maya, karena pengunjung bener-bener langsung dihadapkan dengan pintu masuk tanpa ada teras di muka. Tapi begitu masuk ke dalam, atmosfernya langsung berubah. Desain interior yang di dominasi dengan kayu dan pendingin udara yang berfungsi dengan baik membuat kita lupa panasnya udara Jakarta di luar sana. Begitu menoleh ke sebelah kanan, langsung ada kasir dimana kalian bisa langsung order dan bayar di situ. Tapi jangan khawatir kerepotan karena waiters yang akan mengantar pesanan kamu ke tempat dimana kamu duduk.


Ada 2 lantai, di mana untuk menuju lantai 2 bisa melalui tangga yang bercabang ke kanan dan ke kiri. Lantai 2 hanya ada di pinggiran dinding, sementara smooking room berada di balkon yang menghadap langsung ke jalanan dan memiliki banyak jendela yang sengaja dibuka. Lantai 1 nya sendiri memiliki tempat duduk bervariasi mulai dari sofa, bangku kayu untuk beramai-ramai ataupun berdua.



Satu hal yang membuat betah di sini adalah banyak tanaman hijau di dalam café, bahkan ada pohon juga! Tepat di sebelah tangga. Pot-pot kecil berisi tanaman mini dan daun menjuntai digantung pada balok kayu di atap. Lampu-lampu tang ada di atap bagian tengah juga tidak terlalu terang, karena sudah cukup banyak sinar matahari yang masuk dari jendela. Jangan lupa juga, wifinya lumayan kenceng.  Hehe. Untuk kopinya harga dan rasa ngga jauh beda dari coffee shop yang lain di Jakarta. Untuk makanannya bisa dibilang sedikit lebih mahal, tapi enak. Pokoknya worth it deh walaupun ngga bikin kenyang juga. Hehe. Saran gue kalau mau kesini lebih baik weekday atau tengah hari, di mana ngga banyak orang datang jadi ngga berisik juga. Kamu bisa sekalian nugas, ngobrol lama sama pacar atau quality  time sama temen.

Lucky Cat Coffee & Kitchen 
Plaza Festival Parkir Selatan, Jl. Haji R. Rasuna Said Kav. C 
Telepon: (021) 52961475




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



 Gading Serpong yang tak jauh dari BSD memang tengah mengalami kemajuan yang pesat. Kawasan ini dalam waktu singkat sudah ‘ditumbuhi’ komplek perumahan dan gedung-gedung perkantoran. Ruko-ruko baru juga berderet rapi di sepanjang jalan. Salah satu ruko yang ada di jalan BSD Raya Utama bernama ruko Mendrisio, menyimpan beberapa coffe shop. Salah satunya adalah Algorithm Coffee & Dessert.  Seperti coffe shop lain yang saya kunjungi, referensi tempat ini saya dapatkan dari @eatintangerang.


Untuk desain café nya standar, dinding bata ber-cat putih polos dipadu cermin disepanjang bangunan dari depan hingga belakang. Ukurannya juga tidak cukup luas alias terasa sempit, karena standar satu slot ruko dan masih harus dibagi dengan meja kasir plus barista. Kursinya ada perpaduan sofa dan kayu namun cukup berdekatan satu sama lainnya sehingga bila pengunjung sedang ramai, tentu suasana langsung terasa crowded.  Algorithm memiliki dua ruangan, yaitu non smoking dan smoking room. Sayangnya, smoking room yang tidak luas itu terasa pengap. Spot foto yang bagus ada di depan kasir, dimana ada sofa dan dinding bertuliskan “Algorithm” didukung pencahayaan yang oke.

maafkan foto yang buruk ini :/

Namun yang membuat saya terkesan adalah harga yang ada di menu dan service para waiters nya. Mulai dari sapaan selamat datang, pemesanan hingga penyajian penuh dengan keramahan. Untuk cara memesannya sama dengan coffe shop lain, kamu bisa langsung pesan di kasir dan ini yang berbeda : kamu boleh bayar langsung atau nanti, ketika akan meninggalkan café. Nah setelah memesan, silahkan duduk di tempat yang kamu pilih dan waiters akan mengantarkan pesanan kamu. Jika di beberapa coffee shop menyediakan air putih yang mana pengunjung mengambilnya sendiri, di Algorithm segelas air putih dingin akan segera datang begitu kopi maupun cake yang kamu pesan tersaji.

beberapa harga pada menu

Harga minuman coffee dan non coffe nya ramah sekali. Semuanya (menu standar) di bawah Rp 30.000,- waww banget kan. Hehe. Kemarin saya memesan hot hazelnut dan rekan saya memesan con panna. Untuk hazelnutnya terasa sama dengan coffee shop lain, untuk con panna nya (karena saya baru sekali icip) jujur saya merasa tidak bisa membedakannya dengan affogato :D maafkan saya yang amatiran ini haha. Selain dua minuman itu, kami juga memesan sepotong carrot cake. Nah yang satu ini saya suka. Manisnya pas, legit dan rasa jahe nya juga ada. Pokoknya klop dicemil bersama hazelnut (jangan ditambah gula).



Well, kalau mengunjungi Algorithm di hari kerja (senin-kamis) café ini recommended, karena harga nya yang bersahabat dan pelayanannya yang menyenangkan. Tapi kurang cocok untuk kalian yang mau mengerjakan tugas atau meeting bersama rekan kerja. Cukup ngopi dan ngobrol santai saja, ya. Baiklah sekian dulu. Nanti kita mampir ke coffee shop yang lain. Sampai jumpaaaa~



Algorithm Coffee & Dessert
Ruko Mendrisio 3, Blok B No. 19, Jl. BSD Raya Utama, Gading Serpong, Serpong Utara, Tangerang
IG  : @algorithmcoffeeshop
Mon-Thu : 10:00-21:00 Fri-Sun : 10:00-22:00
Telp : 021 22223263
Price : < Rp 50.000
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

6 Degrees Coffee Drinkers

cozyyyyy

Ceritanya abis kondangan. Kapan ngondangin Dit? Ntar hari minggu. Minggu kapan? Ya pokoknya minggu pemberkatannya di Greja. Gatau tahun kapan. *ditabok*

Karena hujan, gue dan beberapa temen yang abis kondangan mampir ke Mall @Alam Sutera. Uhuk. Padahal lagi tanggal tua. Selain nganterin dua cewek hits se-sangiang raya, kita mau nyobain kafe yang namanya six degrees. Kafe kekinian nggak Cuma ada di deretan ruko-ruko hits di Gading Serpong, tapi di Mall nya juga. Dari pertama masuk, yang mengesankan adalah dekornya. Langit-lagit ruangan kafe ini unik dengan susunan kayu berlapis dipadu lampu gantung yang menyala syahdu gimana gitu. Spot ngopi nya ada dua, indoor dan outdoor. Yang outdoor itu ada di balkon mall, bagus deh. Sayang ngga sempet foto karena hujan. 

kesayangan

Kalau indoornya, suasana cozy emang cocok untuk ngumpul atau quality time sama kesayangan. Jangan baper buat yang jomblo. Kesayangan bukan cuma pacar. Oke skip. Jadiiii… kalau di Six Degrees kamu hanya perlu duduk manis dan waiters akan membawakan buku menu nya. Bukan langsung pesan di kasir seperti coffe shop pada umumnya. Cara bayarnya pun tinggal minta bill dan bayar di tempat duduk.

flat white
Lanjut ke menu, varian yang disediakan di Six Degrees buanyak dan lucu-lucu. Boneka kali ah lucu. Rada lupa tapi gue memilih flat white, Albert dengan affogato nya, Ina tertarik dengan macchiato, terus yang lain mesen apa gue lupa. Untuk side dish nya kita pilih Chicken Quisadilla. Nyuummm ….

fix tangan gue kaya laki -_-

Karena di Mall @Alam Sutera banyak kafe, sepertinya kalian nggak perlu khawatir kehabisan bangku di six degrees. Tapi kalau cuaca cerah ya mungkin yang di outdoor jadi rebutan. Untuk masalah harga, karena ini di dalam mall dan service nya juga oke, jadi nggak heran kalau harganya sedikit lebih mahal di banding tempat ngopi yang ada di ruko-ruko. Tapi tenang, masih dibawah Rp 50.000,- kok per orang. Untuk side dish nya kan rame-rame jadi bisa patungan ! hehe. Udah ah, mau review yang lain dulu. Daaaaaaaaa~

Salam,
Naredita

6 Degrees Coffee Drinkers
Mall@Alam Sutera, East Alfresco Walk #G-88 
IG : @6degreescoffeedrinkers
Harga : < Rp 50.000 / org







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sajiva Coffe & Ceramics



Hello … warga Karawaci Tangerang sepertinya sudah familiar dengan komplek ruko Pinangsia. Ya khan? Itu hlo, yang ada di dekat pintu masuk tol Islamic. Tahun lalu, saya masih bekerja pada satu perusahaan yang berkantor di sana. Waktu nge-stalk­ instagramnya @eatintangerang, saya menemukan sebuah Coffe Shop di dalam komplek Pinangsia. Namanya adalah Sajiva Coffe & Ceramics. Hmm, hampir nggak percaya ada kedai ngopi yang cozy di dalam sana karena kebanyakan tempat makan khas Korea dan sebangsanya.  Namun telisik punya telisik, rupanya Sajiva ini memang masih tergolong baru di komplek Pinangsia.

Kedai ngopi yang satu ini rupanya satu grup dengan Dim Sum Inc. Pada tahu dong? Apalagi yang nge-gaul nya di Benton Junction. Hehe. Jadi selain kopi, snack di Sajiva hanya menyediakan dim sum. Nggak ada cake atau yang lain-lainnya. Tempatnya cozy­ banget, baik di lantai satu maupun dua. Ada meja yang khusus untuk berdua, berempat atau ramai-ramai. cocok buat kalian yang mau santai setelah kerja atau sekedar coffee break sebelum lanjut lembur asal ada uang lemburannya.


piccolo dan flat white

Nah, bicara harga, Sajiva menawarkan harga yang cukup bersahabat. Kebetulan waktu itu saya datang saat mereka sedang promo 50% dari harga aslinya. Duh bukan lumayan lagi, tapi jadi murah banget. Piccolo yang tersaji dalam gelas mungil itu saya bayar dengan harga Rp 12.500 dari harga aslinya, Rp 25.000,-  sedangkan partner ngopi saya kali ini, Hendra memesan Flat White dengan harga asli Rp 30.000,- . Untuk harga dim sum nya sendiri sama dengan resto aslinya. Dan seperti di kedai kopi lainnya, ada free infused water alias air putih yang dikasih irisan lemon. Kamu tinggal ambil saja, ada di dekat meja kasir.

Jadi fix ya, kedai kopi kekinian nggak hanya ada di wilayah Gading Serpong. Di Islamic, Perum, dan sekitarnya kini banyak bermunculan kedai baru. Jadi, selamat berburu coffee lovers !

Salam,
Naredita

Sajiva Coffe & Ceramics
The Excelis Blok E No. 21 (Karawaci Office Park / Pinangsia) Lippo Karawaci, Tangerang 
Senin - Minggu 08.00 - 22.00
IG  : @sajivacoffeeandceramics
T : 021 55760683
harga : < Rp 50.000 / org




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

ice chocolate dan asian latte



Gading Serpong, Tangerang memang mulai dikenal sebagai kawasan yang ramai akan tempat berburu kuliner. Tak terkecuali kafe-kafe kekinian yang rajin disambangi anak muda. Apalagi lokasinya yang memang dekat dengan beberapa kampus seperti UPH, BINUS, UMN dan beberapa kampus baru lainnya. Di sebuah ruko yang tak jauh dari RS Bethsaida, terdapat sebuah kafe bernama Scandinavian Coffe Shop. Unik ya? Awalnya saya stalking kafe ini lewat akun instagramnya yaitu @scandinaviancoffeeshop. Karena lokasinya yang tak terlalu jauh (sekitar 5 menit dari Summarecon Mall Serpong) maka sepulang kerja saya iseng mampir kesana.

Scandinavian Coffe Shop memiliki ruangan ber-AC dan juga outdoor. Pemilik kafe memanfaatkan lahan di bagian depan ruko untuk tempat ngopi outdoor. Di bagian ini, pengunjung bisa duduk beramai-ramai atau hanya berdua saja tergantung sisa meja kosong. Sedangkan di dalam, ada kursi-kursi kayu yang dipasangkan dengan sofa panjang. Spoy ngopi juga terdapat lantai dua, namun saya sendiri belum melihat bagaimana dekornya.

Cara pemesanannya sama dengan Kedai Filkop, yaitu kamu dapat langsung ke meja kasir untuk memesan dan membayar. Nantinya pesanan kamu akan diantar oleh waiters ke meja kamu. Untuk harga saya merasa sedikit lebih mahal dibandingkan kafe lainnya, minuman kopi maupun non kopi rata-rata dihargai Rp 35.000 – Rp 45.000  .  Selain minuman, ada beberapa macam snack dan cake juga. Saya paling suka dengan ice chocolate nya, meski cukup manis namun tidak mengurangi rasa pahit dari coklat itu sendiri.

Well, untuk quality time bersama sahabat kafe ini oke juga. Dan mudah dicari karena begitu anda masuk ruko Graha Boulevard, tinggal lurus hingga ujung dan belok kiri, Scandinavian Coffe Shop ada di kanan jalan. Oke, sampai ketemu di review berikutnya. Jangan lupa ngopi ~

Salam,
Naredita

Scandinavian Coffe Shop
Ruko Graha Boulevard, Blok D No. 15, Jl. Boulevard GadingSerpong, Serpong, Tangerang
harga : +- Rp 120.000 / 2 orang
IG : @scandinaviancoffeeshop



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Setelah mampir ke Kedai Filkop yang ada di Melawai, selang dua minggu kemudian saya kembali menyambangi kedai dengan nama yang sama, kali ini yang berada di Bintaro. Seperti yang banyak dikatakan pada review para pengunjung Kedai Filkop Bintaro, tempatnya memang cukup sukar ditemukan. Padahal berada di jalanan yang cukup ramai dalam kawasan elit Bintaro sektor 1. Kedai Filkop yang satu ini ada di lantai dua sebuah ruko. Lantai satunya sendiri ditempati oleh barber shop. Jadi bila Anda mengendarai motor, Anda dapat langsung saja parkir di depa barber shop  tersebut dan bila membawa mobil ada lahan parkir di samping bangunan, semacaam garasi.

ice red velvet latte dan hot greentea latte

Kedai ini tidak seluas kedai yang di Melawai, namun terbagi dalam dua ruangan : AC dan non AC. Meja kasirnya cukup mungil dan terpisah dari barista. Menu dan price list nya relatif sama dengan sang induk. Anda bisa langsung memesan dan kali ini sang waiters akan menghantarkan kopi sampai di tempat duduk Anda (kebetulan saat saya datang kedainya sedang sepi). Saya masuk ke ruangan AC. Disana ada bangku tinggi, sedang dan lesehan yang ada di pojok. Ruangannya tidak luas, jadi bila sedang ramai jelas berisik. Arsitekturnya oke, ada banyak lukisan di dinding dan ada pot-pot tanaman di sepanjang balkon yang menghadap ke jalanan.

Selebihnya tentang rasa, harga dan penyajian kopi mirip dengan Kedai Filkop Melawai. Tapi kedai Bintaro lebih ‘masuk’ bila disambangi bersama pacar. Entah ya, atmosfer nya beda saja dengan yang di Melawai. Mungkin karena lingkungan sekitarnya juga tidak se-crowded Blok M. jadi.. saya rasa sekian review untuk Filosofi Kopi Bintaro. Mungkin saya akan mampir lagi kesana J

Salam,
Naredita

Kedai Filosofi Kopi Bintaro
Jl. Bintaro Utama 1, Blok F2 No. 6, Bintaro, Jakarta Selatan
price : <Rp 50.000 /org
IG : @filosofikopi




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar




Fenomena ‘ngopi-ngopi’ memang tengah menjamur di kalangan anak muda. Apalagi setelah rilisnya film yang diadaptasi dari penulis ternama Dee Lestari bertajuk Filosofi Kopi. Bulan lalu, saya bersama Nurul, teman semasa kuliah, sedang ada keperluan di Poin Square Lebak Bulus. Karena hari masih sore dan kebetulan malam minggu, saya ajak Nurul untuk mampir ke Filosofi Kopi Melawai. Tempatnya tidak sukar dicari, karena dekat dengan pintu masuk parkiran Blok M square. Kedai Filkop tidak terlalu terang dengan lahan pakir seadanya. Jadi bila Anda datang di jam-jam ramai, dapat dipastikan bahwa Anda akan kesulitan mencari tempat parkir. Kami pun begitu, ahrus parkir di depan restoran sebelah agar dapat mampir ke kedai Filkop barang sebentar.

Begitu melangkah masuk, kita langsung dihadapkan pada meja kasir beserta para barista yang tengah meracik kopi (psst, ganteng-ganteng hlo).  Papan menu yang digantung di atas memudahkan para pengunjung untuk memilih. Karena minimnya pelayan dan ramainya pengunjung, membuat ketimpangan proses penyajian disana (halah ngomong apa Dit). Intinya, setelah memesan Anda dapat langsung duduk dan memasang daun telinga baik-baik. Ketika nama Anda dipanggil, artinya pesanan anda sudah siap di meja barista dan Anda harus mengambilnya sendiri. Tapi menurut saya tidak masalah, karena ruangan yang tidak luas itu memudahkan kita untuk menjangkau sudut manapun dalam beberapa langkah.



kesayangan

Saya memesan red velvet latte (hot) dan Nurul memilih green tea latte (ice). Untuk minuman hot, disajikan dengan gelas atau cangkir kecil sedangkan minuman ice menggunakan botol kaca. Untuk citarasa red velvet dan greentea latte nya tidak jauh beda dengan kedai kopi lainnya. Menurut saya, kedai ini lebih cocok untuk tempat ngumpul bersama teman-teman ketimbang sebagai tempat pedekate (baca: pendekatan sama gebetan) atau mengerjakan tugas. Kemarin saya lihat ada yang buka laptop disana. alih-alih dapat mengerjakan tugas dengan nyaman, malah jadi serba ribet.

Untuk urusan harganya saya rasa juga masih standar, rata-rata Rp 25.000,- hingga Rp 40.000,- an, jadi bawa Rp 100.000,- cukup untuk berdua. Jika ingin mengambil foto yang bagus di tempat ini, saran saya datanglah diwaktu siang atau pagi, dimana tidak banyak orang berkunjung sehingga detail furniture dan tata ruang kedai ini tak terganggu lalu lalang orang. Secara garis besar kedai ini recommended untuk yang mau sekedar mampir. Untuk yang mau quality time, ya bisa sih, tapi jangan malam hari karena sedikit crowded. Hehe. Sekian dulu review kecil-kecilan ini, semoga membantu.



Salam,
Naredita




Kedai Filosofi Kopi Melawai
Jalan Melawai 6 No. 25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Senin-Jumat 11:00 - 23:00 Sabtu-Minggu 07:00 - 23:00
harga : < Rp 50.000 / org
IG : @filosofikopi


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

MEET THE AUTHOR

Foto saya
Nared Aji Widita
Tangerang, Banten, Indonesia
Outdoor addict and coffee ethusiast. naredita@gmail.com
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

Categories

  • JOURNEY (29)
  • REVIEW (23)
  • DAILY (9)
  • COFFEE (8)
  • BOOK (7)
  • HOTEL (6)
  • FIKSI (5)
  • GEAR (2)
  • HAPPENING (2)

Blog Archive

  • ▼  2018 (3)
    • ▼  Desember (1)
      • Berpetualang Bersama Aroma Karsa
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (18)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (6)
  • ►  2015 (14)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)

you also can find me in :

@PENDAKI NUSANTARA @KULINER BARENG

Guest

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates