Diberdayakan oleh Blogger.

Diary Dita

 

Mencari hotel budget di Jakarta tidak sulit sama sekali. Meskipun ditaburi hotel berbintang, masih banyak hotel bintang 2-3 yang menawarkan harga murah meriah. Kemarin saya berkesempatan untuk menjajal Ibis budget Tanah Abang, Jakarta Pusat. Nilai plus yang langsung terasa adalah hotel ini cukup dekat dengan stasiun besar Gambir. Pas banget untuk kalian yang sedang singgah di Jakarta dan menggunakan moda transportasi kereta api. Lokasinya pun tidak sulit di cari, dengan gedung tinggi yang menonjol diantara bangunan lain di sekelilingnya. kalau naik grab car dari Gambir kira-kira Rp10.000,- ya.


Untuk ukuran kamar bisa dibilang sempit, namun worth it dengan harganya. Namanya juga hotel budget kan? Hehe. Kamar mandi dan toiletnya terpisah dengan ukuran yang benar-benar pas. Tidak tersedia peralatan mandi ya, hanya ada shampoo yang difungsikan juga sebagai sabun mandi (tulisannya sih shampoo & bodywash) :D jadi beli dulu di luar ya untuk pasta giginya. Nah wastafel ada di samping kasur, dengan sebuah kaca minimalis. Mmmm bisa becek sih lantainya kalau kalian banyak gerak saat cuci muka atau gosok gigi di wastafel.


Buat yang nggak bisa tidur tanpa guling, tanang. Di hotel ini disediakan guling. Kebetulan saya pesan king bed, jadi ada dua bantal dan dua guling. Hehe berasa penuh deh kasurnya. Tidak ada lemari, jika ingin gantung baju disediakan hanger tepat di depan kamar mandi dan ada sebuah kaca panjang vertikal disampingnya. Jadi kalian bisa ngaca-ngaca genit sebelum keluar kamar. Ngomong-ngomong, kemarin saya pesan lewat traveloka dan kamarnya tidak free sarapan. Lalu saat check in langsung ditawarin apakah mau tambah fasilitas sarapan dengan charge Rp40.000,- per orang. (cmiiw ya, seingat saya segitu).


Resepsionisnya ramah, tidak pakai uang jaminan ataupun meninggalkan KTP. Jadi saat check in tinggal tunjukkan kartu identitas, bayar, dan bisa langsung dapat kunci kamar. Oiya, kamarnya free wifi juga. Tapi waktu itu saya lupa mencoba, jadi nggak tahu deh seberapa kencang wifinya :D ratenya 4 dari 5 yah, nggak sampai Rp300.000,- kalian bisa menginap di pusat kota Jakarta dengan nyaman :)


Tangerang,
05 Juli 2017

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 Menghadapi jam check in dan check out hotel memang kadang membuat kita jadi serba salah. Datang siang, angkat kaki juga siang. meskipun, saya lebih sering meninggalkan hotel pagi-pagi karena ingin segera mendatangi destinasi yang sudah ada di list liburan. Saat pulang lebaran kemarin, saya kehabisan tiket dari Solo dan alhasil harus pulang ke Jakarta dari Jogja. Enggan merepotkan orang rumah, saya berniat naik prameks dari Solo menuju Jogja.

Tiket prameks yang kini sudah dapat dipesan H-7 sangat rawan habis sebelum hari keberangkatan, terutama di jam-jam pagi dan sore. Tiket kereta Gajah Wong yang akan membawa saya kembali ke perantauan dijadwalkan berangkat pukul 18.00 WIB. Sementara, saya sudah tiba di Jogja pukul 13.30 WIB karena kebagian kereta prameks di jam 12.00 WIB.

Daripada bosan menunggu, saya berniat untuk jalan-jalan dahulu ke Malioboro mengingat stasiun Tugu berjarak sangat dekat dari ikon kota Jogja tersebut. Lalu bagaimana ya dengan koper dan barang bawaan saya yang lain? Saat masih di Solo saya memang sudah mencari tahu tentang adanya loker di stasiun Tugu, dan begitu turun dari kereta prameks saya langsung menghampiri petugas stasiun.
Loker barang bagian luar

“Mbak, di sini ada loker barang ya?”
“Oh ada bu, itu tinggal lurus ke depan.”
Nah, loker ini berada persis di tengah-tengah stasiun, cari saja lorong yang memisahkan peron 2,3 dan 4,5,6. Iseng saya bertanya lagi karena tiket saya sebenarnya berangkat dari stasiun Lempuyangan:
“Mbak kalau saya titip barang, terus saya mau ambil tapi nggak punya tiket, apa bisa?”
“Nanti mbaknya kan dapet bon, nah seharusnya bisa masuk dengan bon itu. tapi lebih baik tanya lagi ke petugas check in di depan ya mbak,”

Saya pun menghampiri loker yang dimaksud. Penjaganya saat itu adalah seorang ibu-ibu.
“Bu, saya mau titip barang.”
“Diambil jam berapa mbak? Disini biayanya 3 jam Rp30.000,-“ entah kenapa tidak menyebutkan tariff per jam namun langsung dirapel 3 jam begitu. Saya juga tidak terfikir untuk tanya sih saat itu, hehe.
“Jam 17.00  sepertinya Bu, tapi tiket saya nanti jam 18.00 dari Lempuyangan, gimana ya? keetanya Gajah Wong”
“Oh kalau Gajah Wong berhenti di sini juga kok mbak, mending mbak naik dari sini saja.”
“Wah kebetulan ya Bu. Yasudah nanti saya tanya lagi ke petugas di depan.”

Bon penitipan

Nah berakhirnya pembicaraan itu bersamaan juga dengan selesainya transaksi diantara kami.
Lokernya ada yang besar dan kecil. Yang besar di luar, yang kecil di dalam. Begitu mendapat bon, langsung masukkan sendiri barangnya ke dalam loker dan bawa kuncinya. Loker besar cukup menampung 2 koper sedang (atau mungkin yang besar juga). Loker kecil cukup untuk 1 koper sedang atau 2 sampai 3 ransel.

Setelah selesai urusan loker saya kembali bertanya ke petugas check in.
“Mbak, kalau tiket saya keberangkatan Lempuyangan kereta Gajah Wong, apa bisa check ini disini?”
“Bisa mbak. Karena keretanya berhenti di sini.”
Nah kalau yang ini mungkin saya yang kudet (kurang update). Jadi mau dari manapun keberangkatan awal asalkan keretanya berheti di sebuah stasiun, kita tetap bisa check in di stasiun tersebut. Karena Gajah Wong ini kereta ekonomi, saya tidak terpikir bahwa ia akan berhenti di stasiun Tugu yang notabene untuk pemberhentian kereta bisnis dan eksekutif.

Setelahnya saya langsung cetak tiket dan jalan-jalan sore di Malioboro. Seperti biasa, selalu ramai dan gerah. Tapi entah kenapa juga, tidak bosan-bosannya kita kesana tiap kali mampir ke Jogja. Begitu selesai belanja oleh-oleh tambahan, saya bergegas kembali ke stasiun. Masuk peron, dan mengambil koper. Kita bisa langsung buka lokernya sendiri, tanpa menyerahkan bon yang tadi.mungkin ibunya masih ingat hehe.

Jadwal Prameks

Jadi kalau kebetulan timing kalian kurang pas antara tiket keberangkatan dengan jadwal keluar hotel, loker ini bisa jadi penyelamat jika ingin jalan-jalan tanpa bawa beban. Tapi bagaimana jika kita tidak punya tiket kereta? Kalian bisa beli tiket kereta prameks yang hanya Rp8.000,- dan tersedia keberangkatan hampir setiap 2 jam sekali. Beli saja langsung 2 tiket yang mendekati jam mulai penitipan barang dan jam untuk mengambilnya kembali. Modal tambahan Rp16.000,- nggak apa-apa kan. Hehe.

Kereta Gajah Wong,
02 Juni 2017
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 

Belakangan ini Yogyakarta gencar banget mempromosikan potensi wisatanya. Macam-macam ‘puncak’ dan ‘bukit’ bermunculan dengan properti penunjang untuk mereka yang ingin berfoto. Kebetulan kemarin saat pulang kampug ke Solo, saya (lagi-lagi) tidak jadi naik gunung. Karenanya, saya dan Sita mengambil plan B yaitu touring. Dari beberapa destinasi yang ada di Bantul, kami memilih puncak panguk , hutan pinus asri dan pantai goa cemara. Jadi judul utamanya adalah explore Bantul. Kami naik motor dari Sukoharjo dengan mengandalkan google maps meskipun Sita sudah lumayan sering ke Bantul.


Saran pertama dari saya adalah : jangan pernah mengandalkan google maps mentah-mentah jika tujuanmu adalah puncak panguk kediwung. Location yang ada di g-maps itu ada di seberang bukitnya, sementara dibawahnya ada sungai yang sudah pasti kalian nggak akan bisa lewat kalau mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh g-maps. Jadi ada baiknya cari dahulu air terjun Lepo, nah dekat dari Lepo kalian bisa langsung ganti destinasi nya ke puncak panguk. Atau yang paling mujarab ya pakai GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Jangan malu bertanya, karena tempat itu sudah cukup terkenal jadi penduduk Bantul pasti tahu.

Singkatnya setelah nyasar kamipun sampai di puncak panguk. Untuk retribusi masuk Rp7.000,- (2 oang + 1 motor). Yahh boleh lah nggak terlalu mahal. Kalau kalian datang tengah hari, sudah sangat jelas akan kepanasan. Tidak banyak pohon dan tanahnya batu kapur. Mungkin karena masih baru, jadi sambil proses dirapihkan juga. Disana terpampang list harga termasuk harga untuk camp ground yang bikin kaget, karena mahal. Yaitu Rp15.000,- per orang untuk semalam. Hiks. Naik gunung di Jawa Tengah aja nggak sampai segitu.


Oke setelah parkir kendaraan, kalian bisa langsung menyusuri spot-spot foto yang disediakan. Ada sekitar 5-7 spot dengan iconnya masing-masing. Rata-rata sekali foto diberi tariff Rp3.000 per orang dengan maksimal lama foto 3 menit. (lagi-lagi menurut saya kok mahal ya hehe). Bukan pelit sih, tapi ya kalau kalian ingin foto di 5 spot berarti dikali saja biayanya. Tapi jangan sedih, ada juga spot yang gratis kok dan latar belakang pemandangannya nggak kalah bagus.

Puncak panguk atau bukit panguk kediwung ini buka pukul 04.30 WIB sampai dengan adzan maghrib. Jadi kalian bisa ambil foto bagus saat sunrise atau sunset. Sayang sekali kami nggak kesampaian untuk ambil foto sunrise karena berangkat kesiangan plus nyasar. Jalanan menuju ke tkp lumayan layak, meskipun ada tanjakan yang berbatu. Jadi hati-hati ya yang bawa motor terutama manual. Akhir kata tempat ini bagus saat sunrise (karena ada kabut di lereng bukit) dan sunset (asal cuaca cerah).

Solo,
30 Juli 2017


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

MEET THE AUTHOR

Foto saya
Nared Aji Widita
Tangerang, Banten, Indonesia
Outdoor addict and coffee ethusiast. naredita@gmail.com
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

Categories

  • JOURNEY (29)
  • REVIEW (23)
  • DAILY (9)
  • COFFEE (8)
  • BOOK (7)
  • HOTEL (6)
  • FIKSI (5)
  • GEAR (2)
  • HAPPENING (2)

Blog Archive

  • ▼  2018 (3)
    • ▼  Desember (1)
      • Berpetualang Bersama Aroma Karsa
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (18)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (6)
  • ►  2015 (14)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)

you also can find me in :

@PENDAKI NUSANTARA @KULINER BARENG

Guest

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates