Diberdayakan oleh Blogger.

Diary Dita





Tidak semua orang  mampu bangun pagi setiap hari. Dan di antara yang mampu, tak jarang beberapa dari mereka melakukannya karena terpaksa. Ya, mungkin karena tuntutan pekerjaan, menjadi ibu rumah tangga yang harus selalu menyediakan keperluan keluarga, para pebisnis yang harus melakukan perjalanan bisnis dengan penerbangan paling pagi dan bermacam alasan lainnya.

Jam ‘bangun pagi’ bagi setiap orang memang berbeda-beda. Ada yang menganggap jam 08:00 masih pagi, namun ada juga yang merasa bahwa ia sudah kesiangan jika bangun pada jam 08:00. Tidak setiap kita yang diharuskan bangun pagi merasa bersemangat untuk beraktifitas. “Ah, masih mengantuk” , “Kenapa pagi datang cepat sekali?” dan keluhan-keluhan lainnya yang membuat mood kita tidak bagus.

Lalu, bagaimana agar kita dapat merasa lebih bersemangat dalam mengawali hari? Berikut beberapa tips agar pagimu lebih bersemangat :
1.      Jangan begadang
Penuhi kecukupan jam tidur kamu. Karena bila kamu begadang hingga dini hari dan memaksakan untuk bangun pagi, hal ini sama saja memaksakan tubuh kamu untuk bekerja ekstra dan mengurangi good mood saat bangun esok harinya. Belum lagi, bermacam penyakit yang siap menanti untuk masuk ke tubuh bila kebiasaan begadang  ini terus berlanjut.
2.      Siapkan segala keperluan sejak semalam
Sebaiknya, sipakan segala keperluan kamu untuk keesokan hari sebelum beranjak tidur. Ini agar kamu tidak tergesa-gesa dalam persiapan memulai aktifitas. Siapkan baju, tas kerja, sepatu dan segala keperluan lain pada tempatnya. Sehingga, ketika kamu bangun keesokan harinya, kamu tak perlu lagi repot dan hal ini tentunya juga akan menghemat waktu.
3.      Jangan tunda alarm
Kebanyakan orang membuat penunda pada alarm mereka, rata-rata 5 menit. Nah, usahakan pada kali pertama kamu mendengar alarm, langsung matikan dan berusahalah untuk ‘sadar’ dari sensasi mengantuk. Jangan biarkan mata kamu tertutup lagi, salah-salah kamu bisa kembali  tertidur dan malah jadi kesiangan.
4.      Buka jendela kamar
Biarkan udara pagi masuk ke dalam ruangan kamu. Sinar matahari juga akan membuat atmosfer kamar menjadi lebih hangat. Kamu bisa menikmati dua hal tersebut sembari meregangkan tubuh. Lakukan beberapa gerakan pemanasan hingga tubuh kamu merasa siap beraktifitas.
5.      Dengarkan musik
Buatlah playlist di handphone atau perangkat elektronik kamu yang lain. Isilah playlist tersebut dengan lagu-lagu favorit yang mengundang semangat. Jangan dengarkan lagu-lagu bertema sedih  yang berpotensi membuat kamu galau. Kamu bisa mendengarkan lagu-lagu tersebut sembari berdkamun, mandi atau sarapan.
6.      Sarapan favorit
Jangan sampai kamu bosan dengan menu sarapan sehari-hari. Jika perlu dan memungkinkan, buatlah list untuk menu sarapan seminggu kedepan. Jika menu nya rumit, kamu bisa memasaknya pada malam hari dan esoknya, kamu tinggal menghangatkannya untuk santap pagi.  Namun tidak ada yang salah juga dengan menu instan selama menyehatkan. Misalnya kamu bisa sarapan sereal, oat, roti panggang dan lainnya.
7.      Gunakan busana yang membuat kamu percaya diri
Dalam berbusana, tetap perhatikan kenyamanan diri kamu. Busana yang bagus dan sesuai dengan trend masa kini belum tentu membuat kamu senantiasa nyaman saat beraktifitas. Ketika kamu nyaman dengan penampilan diri sendiri,  kamu akan lebih bebas dalam menjalani hari.

Bagaimana? Beberapa cara di atas mungkin akan membantu bagi kamu yang masih kesulitan untuk memulai aktifitas setiap pagi. Dan, konsekuen dalam melakukan kiat tersebut akan membawa kamu pada keadaan dimana bagun pagi merupakan rutinitas yang sudah biasa dilakukan setiap hari, sehingga tidak ada rasa enggan atau malas lagi. Selamat mencoba !
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
“Dit, buang sial ya?”
“Nah gitu dong, kelihatan lebih fresh.”
“Kok pendek gini sih Dit? Ngga sayang udah panjang gitu kayak kemarin?”

Keputusan kadang-kadang emang nggak perlu pikir panjang untuk diputuskan. Baik yang sederhana maupun terpenting sekalipun. Misalnya … potong rambut. Ganti model. Ganti gaya. Untuk yang udah kenal gue sejak SMA, jelas tau banget gimana rambut gue yang cepak kayak anak lelaki dulu. Sampai akhirnya gue memutuskan untuk manjangin rambut saat masuk kuliah. Bahkan gue sempat melurus paksakan alias smoothing saat rambut gue masih sebahu. Dan kata bokap gue kayak orang penyakitan :’( soalnya rambut tipis terus dilurusin gitu. Wakaka.

Walhasil, gue berhasil memanjangkan rambut sampai bekas smoothing bener-bener hilang. Panjangnya kira-kira se-punggung. Sebenernya gue suka tipe rambut asli gue ini setelah panjang, karena bagian atasnya sedikit lurus dan ikal di bagian bawah. Jadi kesannya kayak sengaja di curly gitu. Rambut panjang ini masih terus menjadi icon di foto-foto gue sampai setahun setelah lulus kuliah. Baru dua minggu lalu, gue tiba-tiba kepengeeen banget potong rambut. Entah ya, pas gue lihat-lihat galeri semua model rambut gue sama. Nggak berubah kecuali diiket (sialnya kalo diiket gue merasa kurang oke).

Akhirnya, sore sepulang kerja gue dengan niat penuh menuju ke salon langganan. Yah … mbaknya nggak ada. Gue muterin Kelapa Dua dan berhenti di 4 salon yang mana semuanya lagi nggak bisa melayani potong rambut dengan alasan bermacam-macam. Nggak putus asa, gue menyambangi salon ke-5. Daaaaannn… pucuk dicinta ulampun tiba. Mbaknya meladeni gue yang kepengen potong rambut. Hari itu, gue potong sebahu lebih sedikit. Kata si mbak, muka gue kelihatan ‘seksi dan dewasa’ (mau muntah nggak? Wkwk) dan gue Cuma cengar cengir aja dengernya walaupun kesan lebih dewasa itu emang gue akui adanya. Akhirnya gue merasa puas dan pulang ke rumah.

Esoknya dan esoknya dan esoknya lagi … yang menyebalkan adalah dimana orang-orang nggak ada yang sadar kalau gue potong rambut. Kata salah satu temen gue, memang nggak terlalu kelihatan kalau gue potong rambut. Yaaah, bête. Sebenernya pun modelnya gue kurang sreg tapi kata mbaknya bagus, yaudah gue percaya aja. Tapi karena kata hati gue yang nggak nyampe ke hatinya dia merasa memang perlu potong rambut lagi, akhirnya seminggu kemudian gue menyambangi salon yang sama untuk potong ramput lagi.

“Mau segimana lagi dek? Itu udah bagus hlo.”
“Ya pokoknya pendekin dikit lagi mbak, yaaaa… se bahu deh.”
“Yaudah.”
Dan terjadilah tawar menawar hingga akhirnya rambut gue final nggak sampai sebahu. Berhenti di leher. Tapi gue suka … hihi. Kepala rasanya enteng dan muka gue kelihatan ‘bersih’. Gue nggak menyesal udah potong sampai sependek ini.

Pertama orang rumah yang sudah pasti langsung sadar. Tapi reaksinya datar,”Kamu ganti model rambut ya?” udah segitu aja.
Kemudian orang kantor : “Widiiihh potong rambut niihh”
Dua hari kemudian gue ganti profil picture bbm . dan berdentang denting lah notif bbm gue.
“Dit, potong?”
“Beb, kamu potong rambut?”
“Lu bondol Dit?”
“Waaahhh Dita. Kok jadi pendek gitu?”
Naaahh… sekarang abru kelihatan beneran potong rambut. Wuehehheehe..
Selanjutnya temen gereja.
“Ci, kok rambutnya jadi pendek sih…”
“Wah cetar nih rambut.”
“Kece kece.”
Puji Tuhan Halleluyaaa. Nggak ada komen-komen nyakitin. Wkwk jadi nggak berasa nyesel samasekali udah potong segini pendek.
Benefit lainnya dari potong rambut ini adalah, ketika naik gunung gue ga perlu lagi repot-repot benerin kunciran rambut atau masang buff di keseluruhan kepala hanya karena risih sama rambut yang menjuntai-juntai. Hihi.

Intinyaaa …jangan takut nyoba hal baru, karena seburuk apapun hasilnya, kita masih bisa memperbaiki. Atau di poles-poles dikit biar sempurna lagi. Kayak rambut. Salah model pas dipotong, ya potong lagi sampai memuaskan. Kalau tetep nggak memuaskan tapi udah terlalu pendek, ya kasih sentuhan warna biar tetep kece. Sama kayak beberapa pilihan di hidup kita. Nggak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki atau berjalan memutar demi sampai ke tujuan utama. Stay blessed ya !



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



 Gading Serpong yang tak jauh dari BSD memang tengah mengalami kemajuan yang pesat. Kawasan ini dalam waktu singkat sudah ‘ditumbuhi’ komplek perumahan dan gedung-gedung perkantoran. Ruko-ruko baru juga berderet rapi di sepanjang jalan. Salah satu ruko yang ada di jalan BSD Raya Utama bernama ruko Mendrisio, menyimpan beberapa coffe shop. Salah satunya adalah Algorithm Coffee & Dessert.  Seperti coffe shop lain yang saya kunjungi, referensi tempat ini saya dapatkan dari @eatintangerang.


Untuk desain café nya standar, dinding bata ber-cat putih polos dipadu cermin disepanjang bangunan dari depan hingga belakang. Ukurannya juga tidak cukup luas alias terasa sempit, karena standar satu slot ruko dan masih harus dibagi dengan meja kasir plus barista. Kursinya ada perpaduan sofa dan kayu namun cukup berdekatan satu sama lainnya sehingga bila pengunjung sedang ramai, tentu suasana langsung terasa crowded.  Algorithm memiliki dua ruangan, yaitu non smoking dan smoking room. Sayangnya, smoking room yang tidak luas itu terasa pengap. Spot foto yang bagus ada di depan kasir, dimana ada sofa dan dinding bertuliskan “Algorithm” didukung pencahayaan yang oke.

maafkan foto yang buruk ini :/

Namun yang membuat saya terkesan adalah harga yang ada di menu dan service para waiters nya. Mulai dari sapaan selamat datang, pemesanan hingga penyajian penuh dengan keramahan. Untuk cara memesannya sama dengan coffe shop lain, kamu bisa langsung pesan di kasir dan ini yang berbeda : kamu boleh bayar langsung atau nanti, ketika akan meninggalkan café. Nah setelah memesan, silahkan duduk di tempat yang kamu pilih dan waiters akan mengantarkan pesanan kamu. Jika di beberapa coffee shop menyediakan air putih yang mana pengunjung mengambilnya sendiri, di Algorithm segelas air putih dingin akan segera datang begitu kopi maupun cake yang kamu pesan tersaji.

beberapa harga pada menu

Harga minuman coffee dan non coffe nya ramah sekali. Semuanya (menu standar) di bawah Rp 30.000,- waww banget kan. Hehe. Kemarin saya memesan hot hazelnut dan rekan saya memesan con panna. Untuk hazelnutnya terasa sama dengan coffee shop lain, untuk con panna nya (karena saya baru sekali icip) jujur saya merasa tidak bisa membedakannya dengan affogato :D maafkan saya yang amatiran ini haha. Selain dua minuman itu, kami juga memesan sepotong carrot cake. Nah yang satu ini saya suka. Manisnya pas, legit dan rasa jahe nya juga ada. Pokoknya klop dicemil bersama hazelnut (jangan ditambah gula).



Well, kalau mengunjungi Algorithm di hari kerja (senin-kamis) café ini recommended, karena harga nya yang bersahabat dan pelayanannya yang menyenangkan. Tapi kurang cocok untuk kalian yang mau mengerjakan tugas atau meeting bersama rekan kerja. Cukup ngopi dan ngobrol santai saja, ya. Baiklah sekian dulu. Nanti kita mampir ke coffee shop yang lain. Sampai jumpaaaa~



Algorithm Coffee & Dessert
Ruko Mendrisio 3, Blok B No. 19, Jl. BSD Raya Utama, Gading Serpong, Serpong Utara, Tangerang
IG  : @algorithmcoffeeshop
Mon-Thu : 10:00-21:00 Fri-Sun : 10:00-22:00
Telp : 021 22223263
Price : < Rp 50.000
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

MEET THE AUTHOR

Foto saya
Nared Aji Widita
Tangerang, Banten, Indonesia
Outdoor addict and coffee ethusiast. naredita@gmail.com
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

Categories

  • JOURNEY (29)
  • REVIEW (23)
  • DAILY (9)
  • COFFEE (8)
  • BOOK (7)
  • HOTEL (6)
  • FIKSI (5)
  • GEAR (2)
  • HAPPENING (2)

Blog Archive

  • ▼  2018 (3)
    • ▼  Desember (1)
      • Berpetualang Bersama Aroma Karsa
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (18)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (6)
  • ►  2015 (14)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)

you also can find me in :

@PENDAKI NUSANTARA @KULINER BARENG

Guest

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates