Diberdayakan oleh Blogger.

Diary Dita


Review Columbia walla walla (mid, 37 1/3, grey)

Setelah review rensel (yang kalo pendaki bilang keril) yang saya pakai yaitu consina alpine, kali ini saya mau review sepatu yang saya pakai yaitu Columbia seri walla walla. Buat cewek-cewek yang hobi mendaki dan sedang cari sepatu, pasti kerap menemukan nama Columbia walla walla di situs-situs jual beli online. Karena, sepatu ini tersedia dari size 36-45. Untuk yang belum tahu, sepatu trekking umumnya ada 3 tingkatan yaitu : low, mid dan high. Saya pakai yang mid, yaitu tingkatan dimana sepatu tingginya sampai ke menutupi mata kaki. Size yang saya pakai adalah 37 1/3 dengan warna abu-abu.

Secara sederhana, saya pilih sepatu yang mid karena meminimalisir kemungkinan kerikil masuk ke dalam sepatu. Columbia walla walla yang saya pakai ini made in Indonesia, jadi masalah harga masih dibawah Rp 500.000,- yaa… cincai laah. Ohya, sekedar informasi, jika saya pakai sepatu biasa / umum menggunakan ukuran 37. Nah, untuk mendaki gunung umumnya kita perlu sepatu yang lebih besar 1 nomor dari ukuran kaki kita. Misalnya saya 37, jadi baiknya ukuran sepatu trekking 38. Namun karena ukuran 38 nya sulit dicari (waktu itu karena dadakan), jadi saya ambil saja yang 37 1/3. Dan ternyata tidak terlalu buruk.

Ketika dipakai, sepatu ini cukup ringan, sehingga tidak memberatkan ketika harus melangkah terus alias dikejar waktu. Pada awal-awal pemakaian, tentu kalian masih dapat menikmati ‘fasilitas’ waterproof sepatu ini. Namun bila pemakaian sudah terlalu sering, ya jangan banyak berharap :’)

Nah, saran saya saat pakai sepatu ini, gunakan kaus kaki yang panjang melebili tinggi sepatu. Karena kalau tidak, kulit kalian bisa lecet karena gesekan antara sepatu dengan kulit kaki tepatnya di atas mata kaki selama pemakaian. Ini memang saya alami sendiri karena persiapan yang kurang matang waktu itu, jadi hanya pakai kaus kaki pendek.

Lalu.. oh ya, Columbia walla walla ini memiliki variasi wana yang cukup banyak, misalnya pink, biru, beage, dan lainnya. Jangan terpancing dengan warna yang unyu ya, ladies, karena toh nanti akan kotor juga waktu dipakai :’( saya sendiri lebih suka warna yang dark brown karena kalau kotor nggak terlalu kelihatan. Hehehe…

Nah satu lagi yang penting, saya juga menyarankan bahwa kalian baiknya benar-benar membeli 1 nomor lebih besar dari ukuran kaki kalian yang sebenarnya. Karena ternyata embel-embel 1/3 di sepatu saya tidak berpengaruh pada pemakaian saat turun gunung. Perih juga kepentok-pentok :’) alternative lain kalau kalian terlanjur beli sepatu dengan ukuran yang pas, gantungkan sepatu kalian saat turun. Pakai sandal gunung yang nyaman dan tidak licin. Jadi ujung-ujung jari kalian tidak tersiksa.

Minus dari sepatu ini adalah sol di bagian ujung sepatu mudah terkelupas :( selebihnya oke.

Sekian dulu review kecil-kecilan dari saya, salam petualang :)


-Naredita-
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Consina Alpine 55+5 ltr

Lagi iseng dan nggak ada kerjaan, sekarang mau review tas keril yang saya pakai belakangan ini.
Buat yang baru-baru suka mendaki gunung, atau sekedar rajin backpackeran tapi masih anak sekolah, mahasiswa atau yang lagi ngirit. Menurut saya tas ransel yang satu ini cukup memuaskan.

Merk Consina seri Alpine, dengan ukuran 55+5 liter. Tas ransel (atau yang biasa disebut 'carrier' alias 'keril' sama anak gunung) ini menurut saya lebih cocok dipake sama kaum hawa. Warna nya merah kombinasi abu-abu, nggak norak dan nggak ribet diliatnya.
Saya beli tas ini sekitar setahun yang lalu dengan harga 360k, cukup bersahabat buat mahasiswa perantauan seperti saya. Buat cewek, tas ini nggak terlalu besar dan panjang, karena umumnya kalo cewek naik gunung dalam satu rombongan dia nggak akan bawa tenda di dalam tas nya. Alias tenda biasa jadi urusan kaum lelaki. Hahaha..

Saya pernah pakai tas ini untuk pergi one day trip, two day one night, bahkan perjalanan ngegembel satu minggu penuh. Dan oke-oke saja, cukup untuk barang bawaan termasuk sleeping bag saya yang segede gaban.

Ruang utama tas ini cukup diisi beberapa baju, dua celana, logistik selama empat hari, sleeping bag, jaket dan raincoat (itu yang biasa saya bawa dan muat di ruang utama). Ada penutup nya yang juga berfungsi untuk ruang tambahan berukuran 5liter.
Di bagian kanan kiri nya ada kantong jaring, bisa dipake buat naruh botol minum, frame tenda, matras, dan lain sebagainya asal muat. Di 'badan' nya sendiri, masih dibagian kanan kiri, ada resleting yang kalau dibuka juga menyediakan tempat meski kecil. Saya biasa naruh obat-obatan disini. Selain mudah pas ngambil nya, bagian ini juga nggak luas jadi cuma barang-barang kecil tapi penting yang bisa masuk.

Lalu beralih ke 'kepala' nya. Ada dua ruang disini, bagian dalam dan luar. Nah, bagian yang dalam ini saya paling suka. Bentuknya jaring-jaring dan ada resleting nya. Biasa saya pakai untuk naruh kaos kaki, sarung tangan, headlamp, senter, sunblock dan barang penting lainnya yang tentunya sudah dibungkus kantong plastik. Ruang ini seperti 'melar' karena saya isi barang-barang diatas tadi tapi pas ditutup nggak keliatan gemuk. Bagian luarnya, cukup untuk naruh jas hujan sekali pakai (yang plastik tipis itu), rokok (buat yang ngerokok), dan pernik-pernik penting lainnya.
Bagian belakang nya juga cukup nyaman di punggung. Bantalan tali samping nya juga empuk dan ini penting karena akan mengurangi beban di pundak kita.

Nah sekarang kelemahannya. Menurut saya pribadi sih nggak banyak, hanya saja bagian tengah keatas sepertinya tidak proporsional dengan yang bawah, sehingga kalau packingan dalam nya nggak dilapisi matras dasar tas ini kelihatan lebih kecil dan tas sulit berdiri. Atau kemungkinan besar saya sendiri yang nggak bisa ngatur packingan paling bawah supaya bagian atasnya nggak menggemuk. Lalu bagian kepala nya juga nggak bisa dilepas seperti beberapa tas keril seri lainnya.

Tapi over all, saya puas pakai tas ini karena nyaman dengan harga yang murah meriah. Nah buat kalian yang baru jajal hiking atau lagi nyari tas ransel buat sekedar gonta-ganti tas pas backpackeran, consina alpine cukup bersahabat. Tapi jangan dibandingin sama merk semacam deuter, osprey dan sebangsanya ya, harga dan kualitas memang beda. Hehe...

Salam ransel,
Naredita.
Share
Tweet
Pin
Share
9 komentar
Older Posts

MEET THE AUTHOR

Foto saya
Nared Aji Widita
Tangerang, Banten, Indonesia
Outdoor addict and coffee ethusiast. naredita@gmail.com
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

Categories

  • JOURNEY (29)
  • REVIEW (23)
  • DAILY (9)
  • COFFEE (8)
  • BOOK (7)
  • HOTEL (6)
  • FIKSI (5)
  • GEAR (2)
  • HAPPENING (2)

Blog Archive

  • ▼  2018 (3)
    • ▼  Desember (1)
      • Berpetualang Bersama Aroma Karsa
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (18)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2016 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (6)
  • ►  2015 (14)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)

you also can find me in :

@PENDAKI NUSANTARA @KULINER BARENG

Guest

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates