Diberdayakan oleh Blogger.

Diary Dita



Hari dimana ngga ada kelas itu emang bikin lega. Tapi bikin ciut dompet juga, apalagi kalo partner jajannya ngajakin ketemuan. Dari beberapa tempat yang ditawarkan Bena, gue memilih Lucky Cat Coffe & Kitchen. Tempatnya ada di dalam Plaza Festifal, tepatnya parkir selatan. Jadi ngga susah kok dicarinya. Karena kami berdua adalah pengguna transportasi umum yang budiman, maka kami sepakat untuk naik commuterline dan ketemuan di salah satu stasiun transit yang paling crowded se-Jakarta raya : Manggarai. Dari sana bisa lanjut naik ojek atau taksi berbasis online ke Plaza Festival supaya lebih mudah perjalanannya.

Tampilan luar café ini sedikit terkesan beda dari foto-fotonya di dunia maya, karena pengunjung bener-bener langsung dihadapkan dengan pintu masuk tanpa ada teras di muka. Tapi begitu masuk ke dalam, atmosfernya langsung berubah. Desain interior yang di dominasi dengan kayu dan pendingin udara yang berfungsi dengan baik membuat kita lupa panasnya udara Jakarta di luar sana. Begitu menoleh ke sebelah kanan, langsung ada kasir dimana kalian bisa langsung order dan bayar di situ. Tapi jangan khawatir kerepotan karena waiters yang akan mengantar pesanan kamu ke tempat dimana kamu duduk.


Ada 2 lantai, di mana untuk menuju lantai 2 bisa melalui tangga yang bercabang ke kanan dan ke kiri. Lantai 2 hanya ada di pinggiran dinding, sementara smooking room berada di balkon yang menghadap langsung ke jalanan dan memiliki banyak jendela yang sengaja dibuka. Lantai 1 nya sendiri memiliki tempat duduk bervariasi mulai dari sofa, bangku kayu untuk beramai-ramai ataupun berdua.



Satu hal yang membuat betah di sini adalah banyak tanaman hijau di dalam café, bahkan ada pohon juga! Tepat di sebelah tangga. Pot-pot kecil berisi tanaman mini dan daun menjuntai digantung pada balok kayu di atap. Lampu-lampu tang ada di atap bagian tengah juga tidak terlalu terang, karena sudah cukup banyak sinar matahari yang masuk dari jendela. Jangan lupa juga, wifinya lumayan kenceng.  Hehe. Untuk kopinya harga dan rasa ngga jauh beda dari coffee shop yang lain di Jakarta. Untuk makanannya bisa dibilang sedikit lebih mahal, tapi enak. Pokoknya worth it deh walaupun ngga bikin kenyang juga. Hehe. Saran gue kalau mau kesini lebih baik weekday atau tengah hari, di mana ngga banyak orang datang jadi ngga berisik juga. Kamu bisa sekalian nugas, ngobrol lama sama pacar atau quality  time sama temen.

Lucky Cat Coffee & Kitchen 
Plaza Festival Parkir Selatan, Jl. Haji R. Rasuna Said Kav. C 
Telepon: (021) 52961475




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar






Alohaaaa. Yawla. Lama banget banget banget nggak posting di mari. Yhaaa maap, kusibuk soalnya :/ sampe waktu untuk liburan pun tak adaaaa. Tapi berhubung kemarin baru banget selesai UAS, yang bikin puyeng dan cenat cenut itu, akhirnya untuk pertama kali dalam 3 bulan terakhir gue bisa keluar rumah dengan bebas hambatan.  Karena waktu yang terbatas dan setiap minggu di bulan Desember ini selalu ada acara Natal di gereja, jadi gue main ke tempat yang deket-deket aja. Lagi dan lagi … TNGGP. Kayaknya mah ngga perlu gue jelasin lagi itu ada di mana. Kebetulan tanggal 18 Desember kemarin lagi ada lomba kebut gunung gitu di Gede, tapi karena gue nyampenya juga udah rada siangan ya udah sepi juga di pintu masuk jalur Cibodas.


Karena kali ini gue ngajak Amen, jadi sebisa mungkin ya gue well prepare. Walopun memang cuma berujung di Cibereum haha. Sekalian ‘test drive’ si pacar, sengaja ngitung speed nya dari pintu masuk sampe ke Cibereum. Dan ternyata kami sampai kurang lebih 50menit (waktu bersih setelah dikurangi foto-foto). Yha. Berarti bisa diajak naik gunung kapan-kapan. Begitu sampai di Telaga Biru, kami mampir sebentar. Jarang lewat sini lagi sepi. Beberapa kali kesini biasanya Cuma asal lewat, ngintip juga engga. Yaudah sekarang mampir dulu bentar. Ternyata boleh juga walopun ya nyempil gitu. Di pinggir kanan ada space buat rehat atau sekedar foto-foto. Eh tapijangan kelamaan, antri sama yang lain.


Sampai di pos 1 yang percabangan jalur pendakian dan jalur ke Cibereum, sekarang udah ada bapak-bapak penjual gorengan dan kopi. Padahal, gue udah bawa kompor, nesting dan kopi. Hehe. Ngga enak sih sama si bapak, tapi suka kesel kalo udah bawa-bawa peralatan tapi ngga kepake di TKP. Yaudah jadinya kami tetep nyeduh kopi dan masak mie. Tapi tetep dong, beli dagangan si bapak. Katanya, dari subuh Gede udah diguyur ujan. Nggak heran, bahkan pas kami baru nyampe rawa gayonggong angin udah mobat mabit dan sedikit gerimis. Beberapa pendaki yang lewat juga udah bersiap pakai jas hujan.



Cibereum juga lagi nggak rame-rame amat, beberapa pengunjung nggak berlama-lama di sana dan langsung turun setelah foto-foto. Begitupun kami, lima belas menit cukuplah. Setelah itu kembali turun karena langitnya mendung terus. Yaudah gitu aja, mau ngapain lagi. Haha. Sampe di warung Cibodas kamu bebersih dan rehat sebentar sebelum otw pulang. Kawasan puncak pass juga kabutnya parah, jarak pandang ngga nyampe dua meter. Nah sekarang mah nunggu episode liburan tahun barunya aja. Sambil nunggu halaman SIAK keisi nilai juga…
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 pict by Booking.com

Bandung. Siapa coba warga Jakarta yang nggak pernah mampir ke kota kembang ini? Sebagai Ibukota Jawa Barat tentunya Bandung didatangi banyak wisatawan dan pasti banyak banget hotel yang bisa kalian singgahi jika mampir ke kota ini. kebetulan beberapa bulan lalu saya ke Bandung naik bus dari Jakarta, karena berangkat malam setelah pulang kerja. Otomatis, saya cari hotel yang cukup dekat dengan terminal Leuwi panjang. Beruntung, ada hotel yang hampir ada di banyak kota besar : POP! Hotel. Dijamin kalian para traveler udah nggak asing dengan hotel ini kan? Kali ini saya memilih POP! Hotel yang berada di dalam kawasan mall Festival Citylink. Naik uber car dari Leuwi panjang ke Festival Citylink sekitar Rp 15.000 sampai Rp 20.000, tergantung jam-jamnya.

FYI, hotel ini beneran ada di dalam kawasan Festival Citylink ya jadi jangan harap menemukannya di pinggir jalan, karena pintu masuknya pun dekat dengan parkiran mall :) sempat bingung waktu itu masuknya dari mana. Hehe. Nah saat check in di resepsionis, saya melihat brosus yang intinya “beli perlengkapan mandimu disini”. Karena baru sekali itu menajajal POP Hotel, saya baru tahu juga kalau hotel ini tidak menyediakan peralatan mandi secara free di kamar :( waktu itu saya pesan kamar POP room with breakfast.

pict by Booking.com

Baiklah, karena barang bawaan yang banyak akhirnya saya memutuskan naik dulu dan menaruh bawaan di kamar, selanjutnya turun ke mall untuk belanja ‘kebutuhan’ (untung keluar hotel langsung masuk mall). Suka sedih kalau sudah menginap di hotel tapi masih harus beli shampoo, sabun, pasta gigi sendiri. Kamarnya standar, nggak sempit dan nggak luas, ada jendela cukup lebar. (yaudah lah yaa harga Rp300.000,- saat weekend juga udah bagus kok kamarnya hehe). Waktu itu dapat kamar di lantai yang lumayan tinggi, jadi pemandangan dari luar kamar lumayan bagus. 

Mengenai kebersihan, ya standar saja. Desain hotelnya memang nge-pop banget dengan cat warna-warni dimana-mana hehe. Untuk sarapan, restonya itu ada di depan, ya, di tempat yang sama dimana kalian check in. Menunya tidak variatif, tapi masakan ala rumahan gitu sih jadi berasa sarapan di rumah. Tapi saya tetap lebih suka sarapan di hotel karena begitu keluar, bisa langsung jalan-jalan tanpa harus mikirin perut lagi. POP Citylink Hotel Bandung dapat rate 2 dalam skala 5 dari saya. Nilai plus nya adalah, hotel ini cukup dekat dengan pusat kota jadi tidak jauh dari jangkauan beberapa ikon penting kota Bandung :)

Tangerang,
12 Desember 2016

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

MEET THE AUTHOR

Foto saya
Nared Aji Widita
Tangerang, Banten, Indonesia
Outdoor addict and coffee ethusiast. naredita@gmail.com
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

Categories

  • JOURNEY (29)
  • REVIEW (23)
  • DAILY (9)
  • COFFEE (8)
  • BOOK (7)
  • HOTEL (6)
  • FIKSI (5)
  • GEAR (2)
  • HAPPENING (2)

Blog Archive

  • ►  2018 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (18)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2016 (19)
    • ▼  Desember (3)
      • Betah duduk manis di Lucky Cat Coffee
      • Mampir lagi ke Cibereum
      • POP! Hotel Citylink Bandung (Review)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (6)
  • ►  2015 (14)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)

you also can find me in :

@PENDAKI NUSANTARA @KULINER BARENG

Guest

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates